Perasaan bukan sesuatu yang direncanakan, jatuhnya pada siapa adalah kejutan, dan kali ini Pisces tepatnya. Aku kira aku sedang bermain-main dengan perasaanku sendiri. Tidak menyangka kalau akhirnya akan seserius ini.
Pisces, kita berbeda perihal dunia.
Kau orang yang ingin segera pulang saat menjumpai keramaian, sedangkan aku, orang yang takut dengan kesendirian. Kau tahu, sendiri memaksaku berdamai dengan isi kepala yang selalu mengajak perang. Pikiranku akhir-akhir ini selalu tentang bagaimana aku bisa mendapatkan jawaban. Setiap saat, Pisces, kau membuatku hampir nekat mengutarakan pertanyaan. Namun perlu ku urungkan hingga datang waktu yang tepat.
Hari itu pertama kalinya aku menyentuh jemarimu, dan kau bilang kedua telapak tanganku dingin. Kau penyebabnya, tahu atau tidak? Atau kau sengaja membuatku penasaran dengan jawabannya?
Waktu yang tersisa tidak banyak, Pisces.
Kau lelaki yang aku sudah tahu tidak akan berani memulai. Untuk itu ku mohon, nanti, ketika aku berhasil mengumpulkan keberanian dan mengatakannya padamu, jangan mematahkan ekspetasiku. Tapi jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Bintang lebih dulu datang, dan dia sudah kekal dalam cerita.
Kau lelaki yang aku sudah tahu tidak akan berani memulai. Untuk itu ku mohon, nanti, ketika aku berhasil mengumpulkan keberanian dan mengatakannya padamu, jangan mematahkan ekspetasiku. Tapi jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Bintang lebih dulu datang, dan dia sudah kekal dalam cerita.

Komentar