Jika nanti aku dilahirkan kembali dikehidupan berikutnya, aku ingin menjadi denyut nadimu. Satu-satunya yang paling dekat denganmu, yang tidak akan meninggalkan maupun ditinggalkan olehmu. Semesta mungkin marah karena aku lebih memilih hidup dalam satu raga dengan kamu yang telah menanam luka.
Kita pernah sedekat nadi sebelum akhirnya jauh layaknya mentari.
Aku sudah terbiasa didekatmu dalam keadaan apapun, sulit dijalani jika kamu tiba-tiba berarak entah kemana hanya dengan alasan sudah bosan. Serius aku tidak ingin kamu lagi, justru aku ingin segera mengusaikan kehidupan ini, lalu menjadi bagian penting atas hidupmu dikehidupan yang baru.
Komentar