Untukmu dan Februari


Ada yang tidak bisa disampaikan namun ada yang tidak bisa lama-lama disembunyikan. Katanya, biar kamu tahu rasaku harus ada yang maju, biar aku tidak mencintai secara diam-diam maka kamu perlu tahu. Tapi, apa itu tidak berujung pada kamu yang justru menjauh?

Sampai kapanpun sebuah kisah tidak akan pernah bermula jika tidak ada yang memulai. Aku memilih memberanikan diri, aku memilih siap mengatasi apa yang akan terjadi selepas hari ini. Namun lega rasanya, meskipun tidak seperti yang aku harapkan, setidaknya, rasaku, kamu akhirnya tahu. Meskipun detak jantung bekerja dua kali lebih cepat, tapi bertemu denganmu adalah sesuatu yang aku nantikan setiap saat.

Februari terimakasih, kau ada untuk memelukku ketika aku butuh dekap hangat darimu, kau meyakinkanku atas banyak hal yang aku sendiri tidak yakin akan hal itu, kau menyertaiku disetiap langkah tanpa arah. Khususnya perihal rasa, aku titipkan itu juga padamu. Besok memasuki bulan baru, sebisa mungkin aku akan lebih berdamai dengan harapan, supaya nantinya jika dikecewakan, rasanya tidak lebih menyakitkan dari yang aku bayangkan.

Jika ada yang lain dariku, tidak perlu repot-repot untuk menegur, cukup kamu tahu, bahwa aku sedang mengembalikan jiwaku seperti yang lalu, saat perasaan itu belum jatuh padamu. 

Komentar